INILAH BERBAGAI JENIS SABLON TERPOPULER PADA SWEATER YANG PERLU ANDA TAHU SEBELUM PEMESANAN DI JASA KONVEKSI 

Seperti yang kita tahu bukan, produk sweater adalah salah satu jenis outwear yang seringkali difungsikan sebagai salah satu jenis pakaian. Dimana berfungsi untuk penghangat tubuh pada saat musim dingin. Karena memang pada awalnya untuk material yang digunakan dalam pembuatan sweater hanya terbatas pada jenis kain wool saja. Akan tetapi juga pada perkembangan berikutnya, yakni mulai dari banyaknya inovasi untuk menciptakan sweater dari jenis bahan lain. Untuk jenis bahan – bahan ini pun mengandung serat katun, kapas, serat sintetis atau kombinasi dari ketiga bahan di atas. Nah, beberapa diantaranya yakni berupa bahan cotton fleece yang memiliki serat lebih besar. Selain itu kasar dari bahan kaos dengan bulu di bagian dalamnya. Sehingga bisa juga dengan menggunakan bahan baby terry yang memiliki struktur seperti cotton fleece. 

sablon

4 Jenis Sablon Terpopuler Pada Sweater Yang Sering Digunakan Konveksi Untuk Produksi

Untuk jenis bahan baby terry ini memang lebih halus dengan bulu dalamnya yang jauh lebih tipis. Selain itu untuk bahan polyester fleece yang mengandung plastik. Selain itu lebih kaku jika dibandingkan dengan cotton fleece dan baby terry. Untuk mempercantik dan membuat tampilan sweater yang jauh lebih modis. Maka seringkali ditambahkan kombinasi atau gambar lain. Dimana untuk tulisan yang unik ini menggunakan teknik cerak sablon. Berikut ini ada beberapa jenis sablon yang dapat diaplikasikan pada sweater diantaranya:

  • Sablon plastisol

Untuk jenis sablon plastisol ini merupakan salah satu jenis sablon yang masuk ke dalam jajaran sablon yang mahal. Serta pengerjaan nya pun terbilang tidak bisa cepat. Dimana untuk tinta sablon plastisol ini memiliki berbagai keunggulan jika dibandingkan dengan tinta sablon yang lain. Selain itu kelebihan lain tinta sablon plastisol ini diantaranya adalah tidak mudah kering di screen. Yakni dengan daya tutup yang sangat baik. Sehingga memang dapat dibuat tebal sekali sehingga menghasilkan efek timbul yang sangat jelas. Sehingga dapat mencetak dot kecil atau raster separasi secara detail. Untuk sablon ini pun membutuhkan proses pengeringan tinta yang memerlukan suhu hingga 160 derajat. 

  • Sablon pigmen

Untuk jenis sablon yang satu ini memang dibuat dengan menggunakan tinta yang meresap ke serat kain. Selain itu sablon ini memang hanya bisa diaplikasikan pada jenis kain yang berwarna gelap.

  • Sablon rubber

Untuk jenis sablon yang ketiga ini adalah sejenis sablon kain yang bersifat lebih elastis. Jika memang dibandingkan dengan sablon pasta. Tidak hanya itu jenis tinta sablon yang digunakan untuk membuat sablon rubber yaitu berupa tinta undebased. Dimana jenis sablon ini pun dapat menutupi permukaan warna kain. Untuk sablon rubber ini adalah sablon yang memang paling umum digunakan oleh industri sablon, garment dan konveksi.

  • Sablon pasta

Untuk jenis sablon yang satu ini memiliki sifat mampu menutup serat kain. Selain itu hasil sablon ini pun tidak elastis. Untuk tampilan pun hampir menyerupai sablon rubber. Untuk jenis sablon ini memang di kenal non rubber.

Selain ke empat jenis sablon di atas, konveksi juga bisa menggunakan sablon foam. Untuk sablon yang satu ini akan terlihat timbul seperti busa. Dimana busa ini menggelembung di bahan sweater. Untuk tinta sablon foam ini merupakan jenis tinta khusus yang digunakan untuk pengerjaan sablon. Yakni hasil sablon pun timbul atau busa.